5:19 pm - Sabtu November 18, 2017

Hari Kartini, Korban Pelecehan Perlu Perlindungan

307 Viewed Redaksi 0 respond

Jakarta – Aktivis sosial dari Komite Aksi Perempuan, Dian Novita, 27 tahun, mengatakan kejahatan seksual bisa menimpa siapa saja, begitu juga dengan pelakunya. “Korban ada pekerja kantoran, buruh, dan masih banyak lagi,” kata Dian dalam aksi di car free day Bundaran Hotel Indonesia, Ahad, 21 April 2013.

Sementara dari pelaku, kata dia, bisa berasal dari kalangan dunia pendidikan, politikus, dukun, bahkan pengusaha. Bentuk kekerasan atau pelecehannya beragam. “Mulai dari kata-kata hingga sentuhan pada bagian tubuh tertentu,” ucap Dian.

Menurut dia, tidak semua orang bisa memahami pengertian kekerasan atau pelecehan seksual. Kendati demikian dari sisi korban bisa dengan mudah mengetahui telah mengalami pelecehan, yaitu ketika muncul perasaan tidak nyaman. Bahkan kata-kata candaan pun bila telah menyinggung perasaan bisa masuk kategori pelecehan.

Dian merasa miris ketika melihat angka kejahatan seksual yang meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Komisi Nasional Perempuan sepanjang tahun 2011 ada 119.107 kasus kekerasan yang ditangani oleh lembaga pelayanan. Angka itu melambung pada 2012 menjadi 216.156 kasus. Sementara dari penegakan hukum masih kurang terlihat.

Oleh sebab itu, sejumlah organisasi yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan menuntut pemerintah agar membuat regulasi khusus tentang kejahatan seksual. Hal ini penting agar penanganan kasus pejahatan seksual bisa lebih maksimal. Selama ini, tidak sedikit korban dirugikan dalam setiap kasus kejahatan seksual. “Orang masih melihat korban sebagai pemicu kejahatan seksual,” ucapnya.

Single content advertisement top

Bertepatan dengan momen Hari Kartini, komite mendesak pemerintah agar memberikan perlindungan dan rasa aman bagi perempuan di ruang publik. Dulu Kartini berjuang agar perempuan bisa beraktivitas sama dengan lelaki, namun setelah itu terwujud yang terjadi justru tidak adanya rasa aman untuk beraktivitas.

Salah satu peserta aksi yang mengambil tema Ekspresikan Marahmu Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual, Maya (15) mengaku acara ini penting diikuti. “Saya jadi tahu seputar kejahatan seksual yang biasa mengincar perempuan,” kata pelajar kelas X SMK 50 Jakarta ini.

Maya menyatakan pendidikan seputar seksual diperoleh dari keluarga. Orang tua Maya kerap memperingati agar berhati-hati bila bergaul di ruang publik.

Sumber: Tempo.co

News Feed
Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

WH dan Satpol PP Razia Pakaian Ketat

Bayi Diteras Rumah, Gegerkan Warga Cot Seurani

Related posts
Your comment?
Leave a Reply