4:15 am - Selasa November 21, 2017

Hari Ini FPII Aksi Serentak Tuntut Cabut Verifikasi Media

172 Viewed Redaksi 0 respond

Jakarta – Forum Pers Independen Indonesia (FPII) akan menggelar aksi unjuk rasa serentak di seluruh kota di Indonesia.

Aksi yang rencananya akan digelar Senin (20/3) hari ini itu dimotori wacana sikap dewan pers yang dianggap tidak adil.

“Sebagai insan Jurnalis Pekerja pers, kami merasakan adanya diskriminasi yang dilakukan oleh Dewan Pers (DP), maka FPII memandang perlu agar Insan Pers yang merupakan wujud dari pelaksana UUD bahwa kebebasan berserikat dan berpendapat adalah hak setiap warga negara,” kata Ketua Setnas FPII, Mustofa Hadi Karya, Minggu (19/3) kemarin, seperti dilansir tribunrakyat.com.

Single content advertisement top

Hal senada juga disampaikan oleh koordinator lapangan (koorlap) pusat aksi, Hefrizal.

Ia mengatakan jika persoalan verifikasi media juga menjadi persoalan serius jika sampai hal itu diimplementasikan. Dampak yang substantif adalah gencetan media-media yang bernaung di bawah perusahaan berskala menengah dan kecil.

“Pemberlakuan UU khusus profesi (UU Pers) yang tidak diberlakukan kepada media-media non verifikasi, FPII menganggap bahwa masalah tersebut merupakan upaya pengkebirian pelaku pencari warta untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistiknya,” kata Hefrizal.

Terlebih lagi yang membuat berat adalah sanksi KUHP yang akan dikenakan kepada media non-verifikasi, bukannya mengacu pada UU Pers yang ada.

Ditambah lagi, persoalan ini juga akan didorong dengan membentuk Panitia Kerja (Panja), sehingga justru semakin membuat persoalan semakin runyam saja.

Untuk itu, Hefizal pun menilai upaya yang dilakukan oleh Dewan Pers tersebut jelas akan menginjak mati perusahaan pers berskala kecil dan non-verifikasi, yakni dengan mencabut perlindungan hukum bagi para jurnalis atau pekerja media untuk melakukan peliputan.

“Kami rasa juga tidak adanya pengakuan dan perlakuan khusus bagi profesi jurnalis sebagai profesi yang khusus bagi media non-verifikasi,” tukasnya.

Pun terkait dengan adanya persoalan yang timbul di kalangan pekerja media atau jurnalis, tidak harus dengan melakukan verifikasi yang justru bisa mencekek mati instan pers yang bernaung di perusahaan media jurnalistik berskala kecil.

Salah satu solusi yang konkret disebutkan Hefrizal adalah dengan cara mediasi, atau memberikan rekomendasi bahwa informasi yang disampaikan oleh media tertentu tidak benar, dan selanjutnya dilakukan mediasi antara perusahaan pers tersebut dengan pihak-pihak terkait, yang dimoderatori oleh Dewan Pers sendiri sebagai lembaga kontrolnya.

Lebih lanjut, Hefrizal pun mengatakan jika aksi yang akan digelar pihaknya secara serentak di seluruh Indonesia tersebut bertujuan agar, apa yang menjadi keresahan dan desakan mereka dapat ditindak lanjuti oleh seluruh stakeholder yang ada.

“Tujuan kami menggelar aksi ini adalah, agar aspirasi tersebut dapat tersampaikan kepada penentu kebijakan, ataupun pembuat Undang-undang,” tegasnya.

Diketahui, dalam informasi yang diterima Trikews.com, akan ada 18 lokasi yang akan dijadikan titik aksi FPII secara nasional. Salah satu di antaranya adalah di Jabodetabek.

Rencananya, akan ada sekira 200 orang insan pers yang akan mengikuti aksi unjuk rasa tersebut. Dan untuk titik aksi di Jabodetabek tersebut, konsentrasi aksi akan dilakukan di depan Gedung Dewan Pers dan Gedung DPR/MPR RI.

Sementara itu, untuk wilayah lain akan dilakukan di depan gedung DPRD wilayah masing-masing, seperti DPRD Aceh, DPRD Medan, DPRD Palembang, DPRD Lampung, dan sebagainya. [tribunrakyat]

Editor: Muhajir AF

 

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Tukang Gorengan Gratis di Aksi Bela Islam 112

Panglima: TNI Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Myanmar

Related posts
Your comment?
Leave a Reply