8:54 pm - Selasa November 21, 2017

Harga Bahan Bangunan di Aceh Meroket

1250 Viewed Redaksi 0 respond
Besi beton (ilustrasi; goole)

Lhokseumawe–Dua minggu sebelum kenaikan BBM, sejumlah harga barang, termasuk harga material bangunan dan bahan kebutuhan pokok merangkak naik. Apalagi setelah kenaikan BBM, masyarakat semakin menjerit, sebab kenaikan harga barang kebutuhan pokok tambah melambung. Demikian dengan bahan material bangunan, terus naik dalam dua bulan terakhir.

Entah latah, atau tidak dilakukan sidak pasar oleh dinas perdagangan di berbagai daerah. Atau memang dinas perdagangan hanya menyidak hanya bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat saja, sementara masalah sandang dan papan tidak menjadi program sidak dinas perdagangan.

Sebagai misal, harga bahan bangunan di wilayah Aceh seperti besi waja polos dan ulir, semen, seng dan lainnya. Besi polos (SNI) ukuran 12 mili 10 meter, sebelum kenaikan BBM perbatang 60 ribu rupiah.

Saat isu kenaikan BBM dinaikkan menjadi 65 ribu rupiah, pasca kenaikan BBM menjadi 74 ribu rupiah. Bessi polos (SNI) ukuran 14 mili 10 meter dari Rp 92.000 perbatang, naik menjadi Rp. 95.000,-  ketika isu BBM naik, pasca kenaikan BBM menjadi Rp. 100.000,-

Single content advertisement top

Demikian juga dengan besi ulir (SNI), ukuran 14  mili 10 meter, dari Rp. 110.000, perbatang, menjadi 170.000, ribu rupiah perbatang.

Itu belum lagi yang berukuran 16 mili dan seterusnya. Semakin besar ukuran mili-nya, semakin mencekek masyarakat. Harga semen (Andalas) juga melambung, dari Rp. 46.000, per-sak, menjadi Rp. 52.000,-per-sak.  Sedangkan harga triplek dan seng juga naik.

Harga triplek ukuran 7 mili, dari Rp. 80.000,- menjadi  Rp. 100.000, perlembar. Sedang triplek ukuran 9 mili, dari Rp. 100 ribu perlembar menjadi Rp. 150.000. Triplek ukuran 12 mili, dari 120.000,- perlembar menjadi 180.000,-. Demikian dengan harga paku dan aksesoris lainnya juga melambung.

Menurut sejumlah pemilik toko bangunan di kawasan Aceh Utara dan Lhokseumawe, kenaikan harga bahan bangunan tiga kali dalam sebulan, disebabkan oleh permainan harga dari pemasok di Medan.

“Mereka di Medan bisa jadi menimbun bahan material bangunan, dan ketika isu BBM naik, kesempatan menaikkan harga barang jadi untung besar, dan kita di Aceh jadi pusing dengan pembeli, “jelas Murtala, salah seorang pemilik toko bagungan di Lhokseumawe kepada Pikirreview, Selasa (26/11)

Murtala menambahkan, sepertinya pemeintah tiodak mengontrol harga-harga barang bahan bangunan, sehingga para toke-toke pemasok barang ke Aceh seenaknya menaikkan harga barang. (putra)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Jelang Kenaikan BBM, Harga Sembako Melambung di Aceh Utara

Menteri Susi Ledakkan Kapal Pencuri Ikan, Tumbuhkan Kepercayaan Investor

Related posts
Your comment?
Leave a Reply