8:10 am - Sabtu November 18, 2017

Gubernur Aceh Minta Gubernur Sumut Berantas Pungli di Perbatasan

329 Viewed Redaksi 0 respond
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah (foto; ist)
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah (foto; ist)

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah (foto: ist)

Banda Aceh–Maraknya Pungutan Liar (Pungli) di perbatasan antara Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) membuat Gubernur Aceh, Zaini Abdullah geram. Sehingga Zaini Abdullah meminta Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho agar mengawasi dan menindak tegas aparat yang bertugas di Jembatan Timbang Gebang, Kabupaten Langkat yang melakukan pungli.

Akhir-akhir ini aparat penjaga di Jembatan Timbang Gebang kerap melakukan pungli terhadap truk-truk yang hendak melintas ke Aceh untuk mengangkut barang. Hal ini sudah sangat meresahkan pemilik truk.

“Saya minta Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho supaya lebih ketat mengawasi dan menindak aparatnya yang melakukan pungli,” kata Zaini Abdullah, Kamis (27/2).

Menurut Zaini, harus diakui Aceh dan Sumut merupakan jalur lintas perekonomian. Oleh kerena itu, Zaini meminta tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap truk Aceh.

Kalau ini terus berlanjut, kata Zaini, dikhawatirkan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan ini bisa terganggu dan menimbulkan persepsi buruk antarkedua pemerintah provinsi ini.

Single content advertisement top

Menurut dia, Aceh adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga tidak boleh ada perbedaan, baik di depan hukum maupun pelayanan yang diperoleh warga Aceh.

“Masyarakat Aceh pada dasarnya sangat terbuka terhadap masyarakat luar Aceh dalam segala hal, termasuk terkait ekonomi dan kita berharap bisa segera diselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di media massa. Pada hari Rabu (26/2) ratusan supir truk asal Aceh melakukan aksi di kantor Gubernur Sumut.

Dalam aksi tersebut mereka meminta memprotes praktik pungli oleh petugas Jembatan Timbang Gebang. Petugas sering memungut biaya untuk setiap melintas ke wilayah hukum Sumut senilai Rp 300 ribu.

Bahkan bukan hanya pungutan saja yang dirasakan. Akan tetapi awak truk mengaku sering juga menerima ancaman dari petugas tidak dibolehkan melintasi Sumut bila tidak membayar retribusi ilegal itu. (merdeka.com)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

LSM GaSAK Puas Dengan Hasil Persidangan Sengketa KIA

Bis Mahasiswa KKN Unimal Senggol Avanza di Ronga-Ronga

Related posts
Your comment?
Leave a Reply