Ekonomi

GeRAK: BI Jangan Pilih Direksi Bank Aceh yang Cacat Integritas


Banda Aceh–Ketua Presidium GeRAK Indonesia, Akhiruddin Mahjuddin meminta kepada Bank Indonesia untuk tidak memilih para pejabat calon Direksi Bank Aceh yang cacat integritas.

“Cacat moral definisinya adalah mereka yang pernah bermasalah dan berkasus dalam berbagai persoalan yang membelit Bank Aceh selama ini,” katanya, sebagaimana diberitakan Waspada Online, Jum’at (24/05).

Menurutnya, Bank Aceh harus dipimpin oleh pejabat yang memiliki integritas yang baik agar dapat bekerja secara profesional. “Kita menduga ada beberapa pejabat dan direksi Bank Aceh yang diajukan ke BI sebelumnya pernah memiliki persoalan dalam kasus kredit macet,” ujarnya.

Ia mencontohkan, salah seorang pejabat tersebut adalah Busra Abdullah yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bank Aceh. “Sepengetahuan saya, Bursa Abdullah pernah berkasus terkait dengan pemberian kredit impor sapi, dan saat ini kredit tersebut macet dan masih bermasalah,’ tukasnya.

Ia menegaskan, BI tentu memiliki catatan yang baik mengenai para pejabat-pejabat bermasalah yang diusulkan oleh Komite Renumerasi dan Nominasi (KRN).

“Saya pikir BI tentu punya catatan para pejabat yang di usulkan untuk menduduki jabatan direksi Bank Aceh, dan harapan besar kita adalah agar BI tidak memilih pejabat yang pernah bermasalah,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika Bank Aceh dipimpin oleh pejabat yang pernah bermasalah, sangat dikhawatirkan bank yang sahamnya dimiliki sebagaian besar oleh Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten dan kota tersebut akan menjadi sapi perah.

“Kalau direksi yang ditunjuk dan dipilih adalah orang-orang yang pernah bermasalah, tentu mereka akan sulit keluar dari situasi menjadi bank sapi perah,” tuturnya.

Udin panggilan akrabnya, juga menyesalkan tidak adanya uji publik para calon direksi yang diajukan oleh pemerintah kepada BI. “Kan seharusnya diumumkan dulu siapa-siapa pejabat yang diajukan ke BI, sehingga ada uji publik dan kontrol dari masyarakat, karena bagaimanapun Bank Aceh juga milik masyarakat Aceh,” ungkapnya. (WOL)

Editor: SNA


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *