10:08 am - Kamis September 21, 2017

Gejolak Harga Elpiji, Penjual Makanan & Home Industri Meradang

420 Viewed Redaksi 0 respond
Distribusi LPG 3Kg bagus di kertas, mandul di lapangan (ilustrasi: lensaindonesia)

Lhokseumawe–Naik turunnya harga BBM berimbas pada pelbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama urusan dapur. Sedangkan harga kebutuhan pokok bukannya mengikuti BBM, tapi terus melonjak.

Demikian kondisi para penjual makanan pinggiran jalan, warung kopi, pedagang buah dan lainnya. Keadaan serupa juga dirasakan oleh pelbagai home industri, kerajinan tangan, sulaman, bordiran dan juga sektor makanan ringan seperti perusahan kerupuk, manisan, kacang-kacangan dan sebagainya juga ikut terimbas BBM.

Sebagian home industri ada yang tutup buka, ada yang tutup selamanya karena tidak sanggup memasok bakan baku dan tidak sanggup membayar upah karyawannya.

Naik turunnya harga BBM mengakibatkan ketidakstabilan pasar, akhirnya harga elpiji 3 Kg dan 12 Kg juga tidak jelas, seenak para agen penampung saja dijual ke masyarakat.

Sedang distributor elpiji sudah mematok harga bandrol untuk 3 kg Rp. 16.000,- rupiah, namun sampai ke masyarakat ada yang 25 ribu rupiah dan ada yang 30 ribu rupiah.

Single content advertisement top

Sementara harga elpiji 12 kg juga tidak menentu harga jual ke masyarakat, ada yang 120 ribu rupiah hingga 160 ribu rupiah, tergantung wilayah pemasaran. Mungkin wilayah-wilayah yang sulit tranportasi harga jual elpiji 12 kg mencapai 180 hingga 230 ribu rupiah.

Kegalauan pasar, terutama elpiji 3 kg yang menjadi andalan masyarakat kecil oleh para pengamat energi dan sektor pemberdayaan masyarakat meminta pemerintah untuk mengendalikan harga jual agar daya beli masyarakat terjangkau. (putra)

Redaktur: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Aceh Bentuk Posko Percepatan Swasembada Pangan

Ups… Harga BBM Naik Lagi

Related posts
Your comment?
Leave a Reply