11:39 am - Selasa November 21, 2017

Fakta Sejarah Bangsa Rohingya Ditindas Myammar

551 Viewed Redaksi 0 respond
Imigran Muslim Rohingya Berdesakan dalam kapal berbulan-bukan dilautan tanpa Arah (foto: blogspot)

Pikirreview.Com–Fakta-fakta sejarah mengenai bangsa Rohingya di negeri bagian Arakan Burma (Myammar-sekarang) cukup tendesius hingga mereka tertindas, dianiaya dan dihilangkan semua hak oleh pemerintah junta militer Myammar yang beraliran Budhis dinegerinya sendiri.

Keganasan dan kebencian warga budhis dalam membasmi etnis Rohingya, semakin gila sejak adanya klaim baru dari dari Universitas Kanda yang menyebutkan bahwa warga Rohingya merupakan keturunan dari bangsa Benggala yang bermigrasi ke Burma pada dekade 1950-an.

Imigran Muslim Rohingya Berdesakan dalam kapal berbulan-bukan dilautan tanpa Arah (foto: blogspot)

Imigran Muslim Rohingya Berdesakan dalam kapal berbulan-bukan dilautan tanpa Arah (foto: blogspot)

Klaim kebencian ini didasarkan pada pendapat sejarawan Myammyar, Khin Maung saw yang menyatakan bahwa warga Rohingya tidak pernah muncul dalam sejarah Myanmar, sebelum tahun 1950.

Single content advertisement top

Virus ganas Budhis dan pemerintah Myammar semakin menjadi-jadi setelah terjadi amandemen undang-undang di negeri budhis itu pada tahun 1982.

Sejak itu bangsa Rohingya menjadi bulan-bulanan suku budhis, aparat keamanan dan militer di berbagai wilayah Burma, hingga dengan terpaksa muslim Rohingya melarikan diri dan menjadi laut ‘tempat tinggalnya’.

Dengan menggunakan kapal ukuran kecil etnis Rohingya lariu dari negaranya (foto: matatelinga)

Dengan menggunakan kapal ukuran kecil etnis Rohingya lariu dari negaranya (foto: matatelinga)

Hasutan dan fitnahan sejarawan Myammar, Khin Maung saw dari Universitas Kanda dengan memutarbalikkan fakta sejarah yang sebenarnya telah menjadi jurus mematikan bagi etnis Rohingya dari tahun 1950 hingga saat ini.

Padahal jika ditelusuri jejak sejarah peradaban Muslim di Arakan sudah ada pada abad ke-8, tepatnya di saat pedagang Arab tiba di Asia. Mereka bermukim di Kota Mrauk-U dan Kyauktaw, wilayah itu saat ini dipenuhi oleh etnis Rohingya.

Sejarawan Khalilur Rahman menyebut, etnis Rohingya itu berasal dari Arab. Fakta ini dibuktikan dengan realitas terdamparnya sebuah kapal pedagang Arab pada abad ke-8 di Pulau Ramree (perbatasan antara Myammar dan Bangladesh).

Ratusan Pengungsi Julok di Birem Bayeun Aceh Timur Sedang Menerima Bantuan Pemkab Aceh Timur berupa Pakaian, Celana dan Sarung baru  (foto:

Ratusan Pengungsi Julok di Birem Bayeun Aceh Timur Sedang Menerima Bantuan Pemkab Aceh Timur berupa Pakaian, Celana dan Sarung baru (foto:pikirreview.com)

Tepat pada 1785, Burma menguasai Arakan dan sekira 35 ribu warga Arakan kabur ke wilayah Chittagong yang dikuasai Inggris. Mereka menyelamatkan diri dari penindasan Burma (kini Myanmar) dan meminta perlindungan terhadap Inggris.

Di bawah perlindungan Inggris, warga Arakan diminta untuk membantu Inggris dalam bidang pertanian. Mereka diminta untuk bermigrasi ke sebuah lembah di Arakan dan bercocok tanam. Perusahaan Hindia Timur Britania meluaskan kontrol administrasi Benggala di Arakan.

Pada abad ke-19, ribuan warga Benggala di Chittagong bermukim di Arakan untuk mencari pekerjaan. Sementara, beberapa etnis Arakan juga tinggal di Benggala. Populasi warga Muslim Arakan semakin meningkat dan hal itu dibuktikan lewat sensus Inggris 1891.

Anak-anak muslim Rohingya di Pengungsian yang terdampar di Aceh, pada umumnya sudah yatim piatu karena orang tuanyadibunuh kaum Budhis Myammar (foto: pikirreview)

Anak-anak muslim Rohingya di Pengungsian yang terdampar di Aceh, pada umumnya sudah yatim piatu karena orang tuanyadibunuh kaum Budhis Myammar (foto: pikirreview)

Bahkan Prof. Jacques P menyebut bahwa penggunaan kata “Rooinga” sudah ada pada abad ke-18, dan kata itu dipublikasikan oleh seorang sejarawan Inggris.

Sangat mengerikan, jika pemerintah Myammar tidak mengakui etnis Rohingya sebagai warga negaranya, hingga menindas secara brutal kaum muslim minoritas tersebut. Akibat kekerasan yang tiada tara, generasi Rohingya berikutnya harus mengalami hidup dilautan bebas berbulan-bulan, dan pasrah kemana dibawa angin laut. [bebagai sumber]

Editor: Safta Diputra

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Waah….Bocah 11 Tahun Ini Raih 3 Gelar Sarjana Sekaligus

Woow, Gadis Cantik Ini Kerjakan SBMPTN Dengan Mulut

Related posts
Your comment?
Leave a Reply