5:16 pm - Sabtu November 18, 2017

Elemen Masyarakat Aceh Rame-Rame Tolak Wali Nanggroe

312 Viewed Redaksi 0 respond

Lhokseumawe–Jelang pengukuhan Malik Makhmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe Aceh pada tanggal 20 september 2013 depan, banjir penolakan dari kalangan smasyarakat sipil  di sejumlah daerah dalam Provinsi Aceh.

Beberapa hari lalu, masyarakat sipil Meulaboh yang tergabung dalam Barisan Merah Putih lakukan konvoi daerah setempat menolak dikukuhkan Wali Nanggroe.

Kini giliran masyarakat sipil di kawasan Utara dan Timur Aceh yang menolak pelantikan Wali Nanggroe, yang direncanakan pada Jumat (20/9) mendatang.

Dilaporkan, kemarin (16/9), Forum Aneuk Nanggroe Aceh Peduli Damai (FANA-PD), secara tegas mengharamkan pemerintah RI melantik Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe.

Single content advertisement top

“Pemerintah Indonesia haram melantik Malik sebagai Wali Nanggroe di Aceh, karena kesejahteraan rakyat Aceh belum sepenuhnya dikecapi rakyat”, ujar Tgk Hasnawi Ilyas.

Dia menambahkan, kita juga berharap agar konflik tidak lagi terjadi di Tanah Rencong ini,” ujar Presidum FANA-PD itu.

Selain itu, Awi Juli sapaan Tgk Hasnawi, menyebutkan bahwa pelantikan Malik Mahmud tidak ada manfaatnya bagi rakyat Aceh, dan rakyat Aceh tidak menginginkan Wali Nanggoe. Yang diinginkan rakyat Aceh kedamaian dan kesejahteraan.

Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Bayu (HIMABA) Aceh Utara, juga menolak Wali Nanggroe, karena dipandang tidak penting.

“Kami HIMABA mengharapakan Gubernur dan Wagub, serta lembaga legislatif agar mengedepankan program kerja lain yang lebih penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh daripada hanya fokus pada qanun Wali Nanggroe dan qanun Bendera dan lambang Aceh”, tutur Putri Nurlaili, Sekum HIMABA.

Penolakan dikukuhkan Wali Naggroe juga dilakukan massa Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Ratusan masyarakat Aceh Timur dan Kota Langsa sambil membawa spanduk dan bendera merah putih serta poster Malik Mahmud menuju ke DPRK Aceh Tamiang sebagai pusat kosentrasi unjuk rasa.

Diantara spanduk yang dibawa massa bertuliskan “Tokoh masyarakat, Adat, agama dan tokoh pemuda Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang dengan Tegas menolak Qanun Wali Nanggroe No.8 Tahun 2012”.

 Spanduk lain bertuliskan “Wali Nanggroe Bukan Pemersatu Rakyat Aceh, Justru Pemecah Belah Rakyat, Rakyat Aceh Cinta Damai Dan Cinta Tanah Air, Tidak Butuh Wali Nanggroe, Kami Butuh Kesejahteraan Dan Perbaikan Ekonomi”.

Sekira pukul 10.30 Wib, Selasa (17/9) massa dari Aceh Timur dan Kota Langsa langsung bergabung dengan massa Aceh Tamiang di depan kantor DPRK setempat dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Aceh Tamiang.

Koordinator Umum Asmi Ainidal Viust, dalam orasinya di depan DPRK Aceh Tamiang mengatakan, masyarakat Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang sebagai bagian dari penduduk Provinsi Aceh di NKRI, secara sadar merasakan hal-hal yang sangat tidak logis dalam penetapan Qanun Nomor 8 Tahun 2012 tentang Wali Nanggroe Aceh.

“Dengan ini kami melakukan aksi damai menolak dengan tegas Qanun Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe Aceh serta menolak pelaksanaan pengukuhan Malek Mahmud sebagai Wali Nanggroe Aceh karena sangat tidak sesuai dengan UUPA dan Amanah Mo-U Helsinki”, ujar Asmi. (agus/edy/putri).

Editor: SNA

 

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Surat Untuk Pak Gubernur

Gadis Miskin dari India yang Cerdas

Related posts
Your comment?
Leave a Reply