4:20 pm - Sabtu November 25, 2017

Ekses Pernyataan Wiranto, Purnawiraan Kopassus Desak Copot Wing Komando

335 Viewed Redaksi 0 respond
Wiranto Tuding Prabowo Pekanggar HAM 1998 (foto: ist)

Wiranto vs Prabowo (ilustrasi: liputan6)

Jakarta–Puluhan eks (Purn) Komando Khusus (Kopassus) TNI mendesak agar Wiranto melepas wing komando milik kopassus. Hal itu terkait dengan pernyataan Wiranto seputar surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) tentang pemberhentian Prabowo.

“Kami meminta dan mendesak agar (Wiranto) melepas wing komando milik kopasus,” ujar perwakilan Purnawirawan Kopassus, Kolonel (Purn) Kopassus TNI, Ruby di Joko Santoso Center dalam deklarasi dukungan kepada capres Prabowo, yang dilansir republika.co.id, Sabtu (21/6).

Ia menuturkan Wiranto tidak pantas memakai wing komando jika berbicara tidak pantas seperti itu (soal surat DKP). Wing komando kopassus atau brevet komando kehormatan pernah diberikan Prabowo saat masih menjabat Danjen Kopassus. “Dia gak pantas dapat wing komando,” katanya.

Menurutnya, pihaknya akan mencari Wiranto jika dia terus memberikan pernyataan. “Kita akan mencari dia. Dimana dia ada, kita akan cari. Kalau dia diam, kita akan diam,” ungkapnya.

Eks Komandan Tim I Kompi 13, Grup I Kopassus Serang mengatakan pihaknya akan membawa Wiranto jika nanti bertemu dan nanti akan membuktikan di media massa.

Single content advertisement top

“Kita cari itu, supaya dia tidak bicara arogan, supaya Wiranto tidak memecah belah dan mengadu domba. Karena kami-kami ini yg di akar rumput suka panas kalau diadu domba seperti ini,” katanya.

Menurutnya, pihaknya akan bergerilya untuk mencari orang-orang yang tidak berbicara benar. “Mulai saat ini, kita cari orang-orang yang menjadi pengkhianat bangsa,” katanya. (rol/pr)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

CIIA: Wimar Witoelar Sebarkan Kebencian Pada Islam

Pengamat: Soal Aceh, Terganjal 3 Aturan Kepentingan Bisnis

Related posts
Your comment?
Leave a Reply