10:21 am - Kamis September 21, 2017

Duh….Indonesia Juara 1 Kejahatan Seksual Anak di Internet

408 Viewed Redaksi 0 respond

Trauma anak tidak akan berakhir akibat kejahatan seksual (ilstrasi: palingaktual.com)

Jakarta–Kejahatan seksual terhadap anak melalui dunia maya (child abuse material) di Indonesia, ternyata sudah berada pada urutan pertama dari seluruh dunia internasional.

Ketua Yayasan Parinama Astha, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengatakan Indonesia berada di urutan pertama dalam dunia maya terkait kasus child abuse material dari negara-negara yang ada di dunia.

Single content advertisement top

“Karena unggah itu dari Indonesia, ada sekitar 70 ribu kasus di sosial media dan itu membuat syok sekali. Sedangkan di Bangladesh ada 30 ribu kasus,” kata Sara di Parinama Astha Midplaza, seperti dilansir tribunnews. Rabu, (18/6)

Ia melanjutkan, pihaknya ingin mengambil upaya pencegahan dari Internet Service Provider (ISP) untuk berkomitmen memblokir apabila ada yang beroperasi melakukan kejahatan tersebut.

“Kita juga mau kerjasama dari finance karena ada yang mau menonton itu bayar, dan itu bisa dilihat dari jejak transaksinya. Sebab, diperkirakan nilai industri pornografi anak sebesar 50 miliar dollar AS per tahunnya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Safe Childhood Nathalia Kira Catherine Perry mengatakan Indonesia merupakan nomor satu untuk unggah atau mengunduh child abuse material di dunia.

“Namun bukan berarti Indonesia adalah kasus terburuk. Tapi di sosial media itu yang terburuk, Indonesia yang paling parah,” ucapnya.

Menurut dia, child abuse material saat ini memang lagi meledak di internet. FBI melihat ada 750 ribu pelaku di internet pada saat kapan pun ketika online.

“Modusnya itu pelaku aktif mencari foto, video atau bahkan anak yanglive bisa mereka jadikan korban kekerasan seksual. Child abuse material sangat bahaya untuk anak di dunia ini,” katanya lagi.

Di samping itu, Nathalia mengatakan Indonesia juga terburuk di urutan 40 untuk mengunduh foto-foto yang terdata di interpol.

“Namun demikian, Indonesia belum terhubung kepada komunitas internasional atau pelaku internasional, mungkin karena bahasa ada limitasi,” jelas Nathalia. (tbn/pr)

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Nikah di KUA Gratis, Panggil Penghulu Bayar 600 Ribu

prev-next.jpg

Di Malaysia Perceraian Tinggi, Pasutri Diwajibkan Ikut Kursus

Related posts
Your comment?
Leave a Reply