3:11 pm - Sabtu November 22, 7147

Disperindag Sidak Penjualan Elpiji 12Kg di Banda Aceh

365 Viewed Redaksi 0 respond

Banda Aceh–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh bersama dengan PT Pertamina (Persero) wilayah serta Himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas bumi (Hiswana migas), melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap agen, SPBU dan pedagang pengecer gas elpiji 12 kg di wilayah Banda Aceh.

Dalam sidak yang dilakukan di agen resmi PT Pertamina, yakni PT Lon Mita Gah, pihak Disperindag dan BUMN migas tersebut, melakukan pengecekan isi tabung gas 12 kg untuk memastikan takaran dan isi tabung.

Single content advertisement top

Selain melakukan pengecekan takaran gaz dengan cara melakukan penimbangan langsung, PT Pertamina juga memastikan harga jual ditingkat agen sesuai dengan ketentuan yang,ditetapkan, yakni Rp95.800.

Usai melakukan sidak di agen resmi, kemudian dilanjutkan peninjauan harga di tingkat pedagang pengecer, dan dari tiga toko yang didatangi, harga jual elpiji 12 kg diketiga toko sangat bervariasi, pada kisaran Rp100 ribu-Rp105 ribu.

Kepala Disperindah Aceh, Safwan usai sidak pasar mengatakan bahwa, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga jual elpiji sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Pertamina. “Kita akan terus lakukan pemantauan pasar,” katanya.

Terkait dengan disparitas atau perbedaan harga ditingkat pedagang pengecer, Safwan menghimbau kepada masyarakat untuk dapat membeli elpiji 12 kg di agen resmi harganya sudah ditetapkan, yakni Rp95.800,” ujarnya.

Sementara itu, sambung Safwan, guna menetapkan harga jual eceran tertinggi (HET) untuk elpiji 12 kg dan 3 kg di 23 kabupaten dan kota di Aceh, dirinya akan segera mengoordinasikan hal ini kepada Gubernur Aceh, untuk segera ditetapkan Peraturan gubernur (Pergub) nya.

“Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 tahun 2009 tentang distribusi dan penyediaan elpiji, disebutkan bahwa Pemerintah provinsi dan kabupaten berhak menetapkan HET yang disesuaikan dengan wilayah distribusi,” sebutnya.

Karenanya,lanjut Safwan, dirinya akan memastikan bahwa Pergub tersebut akan segera lahir. Sementara itu, Kepala Cabang PT Pertamina (Persero) wilayah Aceh, Aribawa menerangkan, pihaknya akan memastikan stok dan harga elpiji terjamin. “Stok elpiji di Aceh kami pastikan aman,” terangnya.

Selain itu juga, sambung Ari, saat ini pihaknya telah melakukan penambahan 3 ribu tabung elpiji ukuran 3 kg, dan 6000 tabung elpiji 12 kg.

“Kami pastikan untuk harga resmi di outlet sesuai yang ditetapkan, yang harga berbeda hanya dikabupaten Simeulue dan Kota Sabang, sebab di dua wilayah ini terjadi double handling, atau dua penanganan yakni adanya penambahan ongkos bongkar muat kapal,” sebutnya.

Terkait dengan bila adanya temuan agen yang menjual harga lebih tinggi dari yang ditetapkan, maka PT Pertamina akan langsung melakukan PHU atau pemutusan hubungan usaha. “Kalau ada agen yang nakal, kita langsung PHU,” tandasnya. (wol)

Editor:Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Duh…. 3 Juta Ton Bahan Mentah RI Teronggok di Cina

Harga Sawit Di Aceh Naik

Related posts
Your comment?
Leave a Reply