9:01 am - Rabu November 22, 2017

Denmark Hapus Cukai Minuman Ringan, RI Sebaliknya

217 Viewed Redaksi 0 respond

Copenhagen – Kerajaaan Denmark di Skandinavia menghapuskan cukai minuman berpemanis dan bersoda yang sudah diterapkan sejak 1930, karena dianggap justru merugikan perekonomian nasionalnya.

Penghapusan cukai mimuman berpemanis dan soda akan dilakukan secara bertahap pada 1 Juli 2013 (dipangkas menjadi 50 persen dari tarif cukai 0,22 euro per liter) dan benar-benar dihapus pada 2014. Pemerintah Denmark mengumunkan pengurangan dan penghapusan cukai pada Kamis (26/4) di Kopenhagen, seperti ditulis Reuters.

Denmark adalah pelopor penerapan cukai untuk minuman ringan dengan tarif tertinggi di Eropa. Namun tampaknya penerapan cukai ini justru banyak membawa mudarat dari pada manfaatnya terhadap perekonomian nasional.

Single content advertisement top

Cukai minuman bersoda membuat Denmark justru kelimpungan karena banyak pabrik minuman ringan yang tutup dan 5.000 tenaga kerja terpaksa dirumahkan. Konsumen minuman berpemanis dan soda banyak yang ngacir ke negeri tetangganya Jerman dan Swedia yang menjual dengan harga supermurah.

Jika pemerintah Denmark tak bernisiatif melakukan reformasi cukai, maka negara ini bisa makin hanyut dalam krisis Eropa. Masalah tenaga kerja adalah soal sensitif, karena angka pengangguran semakin membumbung usai krisis Eropa. Pemerintah Denmark sebelumnya sudah menghapus Cukai Gula dan Cukai Lemak Jenuh serta kini Cukai Minuman Berpemanis dan Soda.

Namun di Indonesia justru seperti melawan arus. Pemerintah Indonesia malah berencana menaikkan cukai minuman bersoda (minus minuman berpemanis). Rencana ini akan berpeluang mematikan usaha rumahan pembuat minuman bersoda yang kini masih tersisa, seperti temulawak soda (produksi Pabrik Limun Linggardjati, Pasuruan) atau pabrik limun dan “coffe beer” PT Tirto Agung, Jombang, Jawa Timur) serta pabrik minuman Sarsarparilla di Medan, Sumut.

Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Manajemen Universitas Indonesia sudah melakukan penelitian lapangan pada Februari yang lalu. LPEM UI menemukan, pengenaan cukai terhadap minuman bersoda bakal berisiko terhadap penerimaan pajak badan oleh pemerintah karena konsumsi yang semakin merosot, banyak pabrik minuman bersoda kecil yang bakal ditutup serta banyak buruh yang dirumahkan.

Dampak lain yang lebih jelas, orang makin enggan membeli minuman bersoda terutama yang dijual eceran di warung-warung. Jumlah jutaan warung di seluruh Indonesia inilah membuat sektor informal menjadi bantalan (cushion) bagi perokonomian Indonesia.

Seorang pejabat tinggi pemerintah malah mempertanyakan, pemerintah mana yang berani menerapkan cukai yang kontra produktif terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan?

Sumber: Inilah.com

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Kebijakan BBM Mengerucut pada Dua Obsi

Presiden Berencana Umumkan Soal BBM Besok

Related posts
Your comment?
Leave a Reply