5:20 pm - Sabtu November 18, 2017

Dahsyatnya Cinta

263 Viewed Redaksi 0 respond

Oleh: Masrur Tok

DIRINYA hanyalah seorang gadis sederhana yang baik dan ramah pada setiap orang yang dia kenal. Sahabat-sahabatnya begitu senang dapat mengenal sosoknya, karena keramahan dan kelembutan hatinya ia memiliki banyak teman. Orang sekelilingnya memanggilnya Fazah. Wajahnya yang ayu dan manis terlihat posturnya sempurna, membuat dirinya banyak diimpikan para lelaki.

Single content advertisement top

Tapi ia belum sempat berpikir untuk menjalin hubungan yang lebih jauh, karena yang ada dibenaknya saat itu, ia harus menyelesaikan kuliah nya yang memang hampir selesai. Dia adalah seorang mahasiswi di salah satu universitas terkemuka dikotanya, Ia memang salah seorang mahasiswi yang cerdas yang memiliki segudang prestasi dikampusnya.

Hari demi hari ia lalui dengan kesibukannya sebagai mahasiswi, begitu dirinya telah menyelesaikan studinya, ia pun mulai melamar pekerjaan diberbagai perusahaan yang memang sesuai dengan jurusan yang ia ambil saat ia masih kuliah, namun itu semua tak segampang yang difikirkan. Ternyata mencari pekerjaan itu susah, makanya banyak para sarjana yang menganggur karena tidak diterima jadi pegawai.

Meskipun begitu, Fazah tetap berusaha sekuat tenaga. Disela-sela ia mencari pekerjaan, banyak laki-laki yang ingin meminangnya, ia pun bingung harus memilih yang mana, dan Fazah pun berfikir bahwa sudah saatnya dia berumah tangga. Perkenalan demi perkenalan ia jalani yang akhirnya ia menemukan jodoh yang sesuai dengan kriterianya yang memang dia inginkan, namanya Raja.

Raja ini seorang laki-laki yang mapan dan bekerja di salah satu perusahaan orang asing, ia sebenarnya sudah lama menaruh hati pada sosok Fazah, tidak tahu mengapa saat pertama kali ia menatap Fazah dia langsung berkeinginan untuk mempersuntingnya, namun hal itu baru terlaksana ketika Fazah sudah menyelesaikan studi, barulah dia berani melamar Fazah kepada kedua orang tuanya. Gayung bersambut dan orangtua Fazah pun setuju kalau anaknya dinikahi oleh Raja. Tak lama setelah ta’arufan akhirnya Fazah pun resmi menikah dengan seorang pria yang sangat ia cintai.

Setelah menikah kehidupan Fazah berubah dari kehidupan biasa yang ia jalani selama masih lajang. Sekarang ia mempunyai kewajiban dan tanggung jawab sendiri sebagai seorang istri. Fazah pun bersyukur memiliki seorang suami yang sangat perhatian dan pengertian pada dirinya, meskipun ia telah menikah, Raja suaminya tidak melarangnya untuk tetap bekerja. Ia mengizinkan kalau nantinya Fazah mendapat pekerjaan.

Hari-hari manis sebagai pasangan suami-istri muda dijalani oleh keduanya, mereka terlihat begitu bahagia dengan pernikahan ini. Ditambah lagi Fazah yang akhirnya mendapat pekerjaan sebagai seorang pegawai di sebuah perusahaan. Sekarang, selain ia sibuk mengurus suaminya, Fazah juga sibuk dengan pekerjaan kantornya, walaupun begitu ia tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri.

Beberapa bulan usia pernikahannya, rumah tangga mereka masih aman dan damai saja. Selang beberapa tahun, Fazah dan Raja pun akhirnya dikaruniai seorang anak laki-laki yang tampan. Keluarga mereka semakin lengkap kebahagiaanya dengan kehadiran buah hati yang memang sudah dinanti-nantikan oleh pasangan ini ditengah-tengah keluarga kecil mereka.

Lambat laun, permasalahan dikeluarga ini mulai kelihatan, keluarga yang dulunya tentram tanpa ada keributan sekarang mulai hadir ditengah keluarga ini. Hal ini sempat membuat Fazah stress saat harus menghadapi masalah ini sendirian. Masalah ini timbul bukan karena suaminya yang tidak lagi memperhatikan dirinya, namun masalah yang dihadapi Fazah ini adalah tekanan bathin dari saudara Raja suaminya itu, saat itu ingin rasanya ia mengakhiri pernikahannya dengan suaminya itu, dikarenakan ia tak tahan dengan perlakuan dari saudaranya Raja.

Tapi keinginannya itu ia pendam lantaran ia tak tega saat melihat wajah anaknya yang masih kecil, ia memikirkan nasib anaknya kelak jika ia dan suaminya harus berpisah, pastinya anaknya itu akan kekurrangan kasih sayiag dan perhatian dari kedua orang tuanya, air matanya pun jatuh tak tertahankan.

Alasan Fazah mempertahankan pernikahan dirinya dan suaminya, karena rasa cintanya yang begitu kuat dan dalam kepada suaminya itu, Raja suaminya ini memang orang yang sangat baik dan sayang kepada dirinya, selama ini Raja tidak pernah menyakiti dirinya. Meskipun ada tekanan bathin dari luar, ia bertekad untuk mempertahankan ruumah tangga mereka. Ia pun tak tega jika harus memberitahu masalahnya ini kepada keluarga besarnya.

Fazah tak ingin keluarganya itu ikut terlarut dalam masalah besar yang sedang dihadapinya, ia ingin menyelesaikan masalah ini berdua dengan suaminya dengan kepala dingin dan hati lapang, agar masalahnya itu cepat terselesaikan.jika ia sedang bersedih si hanya bisa sholat dan berdo’a kepada sang kuasa dengan air matanya yang berlinang membasahi pipinya. Ia berdo’a agar batu kerikil yang ada dirumah tangganya dapat lenyap semuanya. Tak ada yang dapat dilakukan selain berpasrah diri kepada Allah.

Pada akhirnya kesabaran dan keteguhan hatinya Fazah membuahkan hasil, semua masalah yang ada dikeluarganya itu mampu ia lewati semua, segala badai yang selama ini menghadangnya mampu ia terjang. Hanya satu yang membuat Fazah begitu tegar dan kuat yaitu kekuatan cinta. Rasa cintanya kepada suami dan anaknya lah yang membuat hubungan mereka sampai saat ini masih akur dan baik-baik saja, bahkan keluarga kecil ini semakin bahagia dari hari ke harinya. [*]

Penulis: Peminat Sastra, Seni dan Budaya. Tinggal di Lhokseumawe

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Perjalanan…

Merdeka Berarti Bebas Berkreasi

Related posts
Your comment?
Leave a Reply