9:42 am - Selasa November 21, 2017

Gadis Malang Di Seberang Desa

372 Viewed Juanda 0 respond

Oleh : Masrur Tok | 13 April 2013

DARI kejauhan, di pematangan sawah tampak gadis kecil dengan pakaian yang lusuh dan kaki yang dibaluti lumpur duduk termenung menatap padi-padi yang mulai menguning, sesekali ia juga menatap ke atas langit melihat burung-burung yang beterbangan bebas di angkasa.sepertinya ia sedang merenungi nasib hidup yang sedang dijalani nya bersama kakeknya yang memang sudah tidak muda lagi.

Memang begitu pahait hidup yang ia jalani selama ini, semenjak ia di tinggalkan oleh kedua orang tuanya semenjak ia berusia 3 tahun.sekarang ia hidup bersama kakeknya di sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Alamnya yang masih hijau, udaranya yang sangat sejuk dan segar tapi keadaan ini bertolak belakang dengan kehidupan yang di alami gadis kecil ini.

Sehari-hari ia harus bekerja serabutan, mulai dari mencari keong sampai mencari kayu bakar di hutan raya. Semua ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari bersama kakek yang sangat ia cintai. Ia sudah menganggap kakeknya itu sebagai orang tuanya sendiri.

Single content advertisement top

Tekad dan cita-cita gadis kecil ini memang patut di contoh ia begitu semangat menghadapi kejamnya hidup ini,ia tidak pernah mengeluh dengan hidup yang sekarang ia jalani ini, dia tahu bahwa Allah punya rencana yang jauh lebih baik untuk dirinya.

Sekarang apa yang bisa dia kerjakan pasti akan di kerjakan untuk menambah rupiah-rupiah untuk pendidikannya, meskipun ia bekerja tapi ia tidak lupa dengan pendidikannya. Ia ingin mengubah nasib hidupnya menjadi jauh lebih layak dari sekarang. Seusai pulang dari bekerja biasanya gadis kecil ini langsung menuju ke dapur.

Di dapur yang terbuat dari bambu itu ia memasak makanan untuk makan siang dia dan kakeknya, sungguh miris meski ia masih kecil tapi ia sudah memiliki tanggung jawab yang besar. Saat makan siang tidak ada istilah ruang yang istimewa dan tempatnya bersih. Hanya ruang kecil itulah yang menjadi tempat beristirahat setelah lelahnya berjuangan mencari nafkah.

Kakeknya terkadang sedih melihat nasib cucu nya itu rasanya dia ingin sekali membanhagiakan cucunya itu. tapi itu semua mustahil.penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Biaya sekolahnya saja gadis kecil itu harus mencari dengan kerja kerasnya sendiri.

Pagi harinya gadis ini ke sekolah dengan pakaian yang sepertinya hanya satu saja, sehingga baju yang seharusnya putih kelihatan kekuning-kuningan.

Terkadang ia malu dengan teman-temannya yang mengejeknya tapi dia tak perdulikan itu. ia tetap semangat untuk sekolah, ia ingi mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk semuanya. Ia ke sekolah tak bermodalkan uang, ia hanya membawa sebungkus nasi yang di bawa dari rumah, saat istirahat ia hanya makan bekalnya itu. karena ia tak punya uang untuk jajan seperti temannya yang lain.

Tak hanya disitu saja rintangan yang di hadapi gadis malang ini. untuk dapat tiba di sekolahnya ia harus berjuang melawan derasnya air sungai yang menghalang antara rumah dengan sekolahnya itu. setiap ke sekolah ia harus menjinjing sepatunya agar jangan sampai basah.begitulah rutinitas yang ia lakukan setiap dia berangkat ke sekolah. Ini memang bukan perjuangan biasa tapi gadis kecil ini mampu melewatinya.

Sungguh haru rasanya melihat perjuangan gadis ini yang tak pernah putus asa dengan kondisinya yang serba terbatas. Entah apa yang membuat ia merasa tegar dan yakin kalau suatu saat keberhasilan itu akan datang kepadanya.

Pulang  dari sekolah ia tak lantas bisa bersantai istirahat, tapi ia harus mencari kayu bakar di hutan untuk dijualnya untuk uang beli beras. Begitu tiba di rumah gadis malang ini langsung mengganti baju lalu dia mengambil parang dan tali untuk mencari kayu bakar di hutan.

Gadis kecil ini memang sudah lihai dalam hal mengumpulkan kayu bakar, karena mungkin pekerjaan ini sudah lama ia lakukan.ia terkadang sering takut kalau harus sendirian ke hutan, namun apa hendak di buat, dari situlah ia mendapat rejeki untuknya dan kakeknya.dia tak tega kalau kakeknya yang sudah tua harus bekerja keras untuk menghidupinya.makanya ia ingin membantu kakeknya itu.

Perasaan  rindu kepada kedua orang tuanya ini sering kali di alami gadis kecil ini, ia sering teringat pada kedua orang tuanya yang wajahnya tidak begitu ia ingat.karena orang tuanya meninggal saat ia masih kecil. Ketika ia teringat kepada kedua orang tuanya ia hanya bisa melihat poto yang sudah usang dan  tidak jelas lagi gambarnya.

Ia memandang poto itu sambil menangis, sampai air matanya jatuh di atas kertas gambar orang tuanya.ia berharap bisa bertemu dengan orang tuanya lagi.tapi itu mustahil karenaorang yang dia cintai itu telah pergi selama-lamanya dasi dunia ini. saat ia sedang bersedih kakeknya lah yang menghiburnya,” kamu jangan sedih nak, kan masih ada kakek di sini,” kata kakeknya. “Iya kek, tapi aku kangen banget pingin ketemu sama ibu dan bapak.” Jawab gadis kecil ini dengan rintih.

Air matanya pun jatuh tak tertahankan, sepertinya ia tak mampu membendung lagi rindu kepada kedua orang tuanya. kamu doakan saja mereka supaya mereka bahagia disana. Kamu itu anak yang begitu baik, bekerja keras dan  suka menolong, seandainya saja ibu bapakmu masih ada mereka pasti bangga memiliki anak seperti kamu”, sambung kakek.

Untuk menghilangkan kesedihan cucunya itu. “Iya kek, aku tidak pernah lupa mendoakan mereka, dalam setiap langkahku aku selalu mendoakan ibu dan bapak agar mereka bahagia di alam sana. aku sayang kakek” (sambil memeluk kakekknya).

Gadis kecil ini memang mempunyai cita-cita yang sangat mulia. Ia ingin menjadi seorang guru di sekolah yang ada di  kampungnya. Dia ingin anak-anak dikampungnya itu dapat mengecap bangku pendidikan setinggi-tingginya.meski dia sekarang hidup susah tapi ia tidak ingin melihat generasi penerusnya mengalami hal yang sama dengannya. Ia ingin merubah keadaan kampungnya menjadi lebih baik dengan menciptakan generasi-generasi baru yang memiliki pengetahuan tinggi dan berprestasi. Sungguh mulia cita-cita mu.

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in
prev-next.jpg

Biarkan Langit Bicara

Alur Nada Kehidupan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply