11:18 am - Jumat September 22, 2017

Bulog Aceh Tengah Tak Mampu Serap Gabah Lokal

158 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (pikirarakyat)

Takengon–Bulog perwakilan Aceh Tengah, hingga saat ini masih mengandalakan pasokan Beras Miskin (RASKIN) dari pulau jawa. Hal itu terjai karena harga beli pemerintah lebih rendah dari harga beli agen di pasaran saat ini.

“Faktor utama lemahnya penyerapan gabah kering dari petani, diakibatkan dari rendahnya harga beli pemerintah” ujar Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Takengon Sub-Divre Lhokseumawe Armia saat ditemui di kantornya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meneken instruksi presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras dengan harga beli beras Rp.6.600 perkilogram di gudang Perum Bulog. Sementara harga beli gabah kering panen dalam negeri adalah Rp.3.300 per kilogram di petani atau 3.350 per kilogram di penggilingan.

“Harga yang telah ditentukan dalam Inpres, tentu terjadi jauh perselisihan dengan harga beli agen mencapai hingga 8 ribu perkilogram beras” ujarnya.

Single content advertisement top

Kondisi ini jelas agen lebih unggul dalam menyerap gabah atau beras dari petani yang harga beli jauh lebih tinggi dari inpres yang telah ditetapkan.

Selain faktor rendahnya harga beli pemerintah tambah Armia, bulog perwakilan Aceh Tengah saat ini terpaksa harus mengandalkan pasokan dari pulau jawa, akibat produksi gabah di Aceh Tengah sangat minim. Hal ini pula terjadi terangnya karena lahan produksi sawah di dataran tanoh gayo juga minim, baik itu disebabkan oleh banyaknya alih fungsi sawah atau bahkan penanaman komuditi lainnya seperti kopi.

“Berkenaan dengan itu, buruknya kualitas Raskin yang selama ini disalurkan oleh bulog perwakilan Takengon, tidak terlepas dari pasokan Raskin itu sendiri, yang masih mengandalkan dari luar daerah”demikian Armia (Nusi)

Redaktur: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Tiga Hari di GITF 2014, Citilink Raup Rp 3,7 Milyar

Jelang Hari Raya Qurban, Harga Kebutuhan Pokok Melambung

Related posts
Your comment?
Leave a Reply