4:18 pm - Sabtu November 25, 2017

BBM Naik Turun, Pengusaha Jual Kapal Ikan Ke Pemerintah

397 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (jendelakecildunia.blogspot.com)

Banda Aceh–Kenaikan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis solar membuat ratusan pemilik boat di Aceh meradang.

Semua pemilik boat di atas 30 GT yang mangkal di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh tidak melaut dan berencana menjual boat mereka pada pemerintah.

Single content advertisement top

Dilansir merdeka.com, Rabu (04/3) sejumlah boat jenis 30 GT dan 60 GT semua parkir di pelabuhan Lampulo. Bahkan boat 30 GT ke bawah pun kebanyakan tidak melaut. Bahkan rata-rata boat tersebut sudah berhenti melaut selama 1 minggu lebih.

Seorang pemilik boat, Abubakar mengatakan, pihaknya sudah mengadu pada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) perihal kenaikan harga BBM ini. Namun DPRA pun tidak memiliki solusi apapun.

“Kalau minyak seperti ini, lebih baik kami jual saja boat ini pada pemerintah, buat apa ada sama kami, kalau kami tidak bisa menggunakannya, karena kami tidak sanggup,” kata Abubakar, hari ini di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh.

Harga minyak saat ini harus dibeli oleh nelayan Rp 8600 per liter. Tentunya harga BBM sebesar itulah yang dikeluhkan oleh pemilik boat di Banda Aceh.

Abubakar mengaku, jangankan untuk membeli minyak non subsidi dengan harga Rp 11.000 per liter seperti aturan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan, boat di atas 30 GT tidak diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi. Minyak bersubsidi saja yang telah dinaikkan para nelayan keberatan dan tidak sanggup membelinya.

“Itu boat 30 GT sekali jalan kami butuh modal Rp 35 juta dengan harga BBM mahal, dengan adanya kenaikan harga BBM ini, kami jadi rugi, kami hanya bisa bawa pulang uang Rp 25 juta,” jelas Abubakar.

Oleh karena itu, Abubakar meminta kepada pemerintah agar harga minyak bisa distabilkan. Karena bila seperti ini, banyak nelayan yang tidak bekerja dan konsekuensinya mereka tidak bisa menafkahi keluarganya.

“Nelayan yang bekerja di boat kami ini bukan gaji seperti perusahaan, kami ini bagi hasil antara pemilik boat dan nelayan, jadi kalau boat tidak bisa jalan mereka mau makan apa,” tegasnya.

Abubakar juga merincikan, boat 30 GT itu mempekerjakan nelayan sekali jalan sebanyak 35 orang dengan rata-rata mereka menanggung beban keluarga antara 3 sampai 5 orang. “Kalau mereka tidak melaut mau makan apa mereka,” tutupnya. (mdk/pr)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Korban Tsunami Aceh Siap Kembalikan 13 Trilyun Bantuan Australia

Gubernur Aceh: MoU Helsinki Bukan Akhir Perjuangan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply