3:11 pm - Senin November 24, 9113

Awas…’Money Politic’ di Pemilu 2014 Masih Kental

241 Viewed Redaksi 0 respond

Sawangan, Depok–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menengarai menjelang Pemilu 2014 mendatang banyak terdapat praktik money politic (politik uang). Pasalnya, hal itu masih menjadi salah satu instrumen bagi politikus untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

“Peluang money politic pada Pemilu 2014 mendatang masih sangat terbuka lebar. Dari itu perlu kerja keras dan agresifitas Bawaslu dan partisipasi masyarakat,” ujar Staf Ahli Bawaslu Mulyadi di acara Sosialisasi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden di Balai Tirta, Sawangan, Rabu (04/12/2013).

Ia menambahkan, money politic masih saja terjadi dikarenakan para elite politik dilanda penyakit pragmatisme politik. Mereka masuk dalam jabatan-jabatan politik untuk mengabdi atau untuk mewujudkan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Akan tetapi mereka masuk untuk memperkaya diri, yang tidak kaya kemudian mencari status. Jadi semata-mata untuk kepentingan diri sendiri bahkan kelompok dan golongan,” paparnya.

Money politic pada Pemilu 2014 mendatang dikatakannya tidak hanya terjadi di pileg, namun di pilpres pun hal itu dapat terjadi. “Karena di pileg itu berbagai pihak sudah terlibat, karena itu dimungkinkan semua pihak yang terlibat di dalam pemilu memainkan itu,” jelasnya.

Single content advertisement top

Dosen Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) itu pun menilai, money politic merupakan senjata yang ampuh untuk negara yang sedang berkembang yang budaya politiknya rendah seperti Indonesia.

“Indonesia agak sulit untuk terlepas dari money politic. Bahkan pada Pemilu 2019 nanti pun, money politic pasti masih akan ada dan hanya terkikis sedikit saja. Karena itu pengawasan dan peran Bawaslu serta masyarakat sangat penting,” tutupnya. (sindonews)

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Pengamat: Jangan Pilih Caleg Bodoh..!

Humanika: KPK Politisasi Kasus Century

Related posts
Your comment?
Leave a Reply