11:26 am - Jumat September 22, 2017

Awas, Ajaran Sesat Muncul Lagi

616 Viewed Redaksi 0 respond
Warga Aceh Gerebek markas aliran sesat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) (foto: merdeka.com)

Pikirreview.Com–Isu mengenai aliran sesat akhir-akhir ini kembali muncul. Beberapa di antaranya merupakan kelanjutan dari ajaran sebelumnya, yang sudah dinyatakan sesat baik oleh Majelis Ulama Indoensia maupun oleh Kementerian Agama RI.

Disadur dari merdeka.com, Sabtu (21/3), ternyata berbagai modus kerap dilancarkan oleh para pemimpin dari aliran-aliran sesat tersebut, sebagai kedok mereka dalam menyebarkan ajarannya, dan mencari pengikut atau jamaahnya.

Ketika sebagian dari mereka menyamar sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang kerap mengadakan acara amal, sebagian lagi bahkan tak takut secara terang-terangan memamerkan ajarannya.

Pasalnya, ajaran-ajaran atau doktrin dari kelompok yang telah dinyatakan sesat oleh MUI atau Kemenag tersebut, bahkan mengajarkan pengikutnya untuk melanggar sejumlah aturan baku seperti salat lima waktu, puasa, dan lain sebagainya. Berikut beberapa aliran sesat yang bikin resah umat Islam saat ini, dan masih berkeliaran antara lain:

1. Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)

Single content advertisement top

Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar, sebelumnya dikenal dengan nama Komunitas Millah Abraham (Komar). Gerakan ini merupakan bentuk transformasi dari aliran Al-Qiyadah, yang didirikan pada 2006 oleh Ahmad Musadeq.

Gerakan mencampuradukkan ajaran Islam, Nasrani, dan Judaisme (Yahudi) ini awalnya berkembang di sejumlah wilayah Depok, terutama di wilayah Beji dan Cilodong. Kemudian pada 2010, ajaran ini mengubah nama menjadi Komunitas Millah Abraham (Komar).

Gafatar dikatakan sesat karena menganggap orang lain yang belum disumpah oleh kelompok mereka adalah kafir. Dalam ajarannya, para pengikut Gafatar hanya melakukan salat malam, tanpa perlu melaksanakan salat lima waktu. Mereka juga tidak mewajibkan puasa Ramadhan, dan adanya perbedaan syahadat yang mereka sebutkan dalam pembai’atan.

2. Amanat Keagungan Illahi (AKI)

Selain Gafatar, modus aliran sesat lainnya pun muncul dengan nama Amanat Keagungan Illahi (AKI). Aliran AKI ini diketahui berkembang di wilayah Sumatera Selatan.

Berdasarkan penelitian tim MUI Sumsel di lapangan, aliran AKI ini diketahui tidak mewajibkan pengikutnya menjalankan salat dan puasa. Oleh karena itulah, AKI difatwakan sebagai ajaran sesat atau menyimpang dari agama Islam.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel KH Sodikun mengungkapkan, beberapa waktu yang lalu pihaknya sudah mendatangi markas AKI yang berada di Palembang, sekaligus berhasil menemui pimpinannya. Pimpinan AKI tersebut juga mengakui merekrut orang-orang untuk menjadi pengikutnya.

“AKI sudah kita fatwakan sebagai ajaran sesat dan menyesatkan. Tapi untuk kepentingan, alamat markas AKI di Palembang kita rahasiakan,” kata Sodikun kepada wartawan di Palembang, Jumat (20/3).

AKI disebut sebagai aliran sesat dan menyesatkan lantaran dalam ajarannya melarang pengikutnya melakukan salat lima waktu. Padahal, salat masuk dalam rukun Islam yang wajib dilakukan.

3. Mukmin Mubaligh.

Aliran sesat lainnya adalah Mukmin Mubaligh, yang ternyata juga masih bertautan dengan sosok Ahmad Musadeq. Dalam kepercayaan aliran Mukmin Mubaligh ini, para pengikutnya mengklaim terdapat sejumlah kelebihan mereka miliki dibandingkan dengan ajaran Islam.

Mereka mengklaim hal paling mendasar antara Islam dengan Mukmin Mubaligh adalah pemahaman tentang istilah Khatamul Quran. Istilah ini dianggap oleh orang Islam sebagai kesempurnaan ajaran Islam, serta tidak ada lagi nabi diutus setelah Muhammad SAW.

Sementara dalam pemahaman Mukmin Mubaligh, Khatamul Quran ditunjukan untuk penyebaran Islam pada saat itu (semasa Rasulullah), tetapi tidak sama dengan kondisi Islam saat ini. Pasalnya, mereka berkeyakinan bahwa Allah SWT telah berjanji akan menurunkan nabi atau rasul untuk tiap umat, pada masa yang berbeda-beda.

Kejanggalan lain, pengikut Mukmin Mubaligh juga mengaku mereka tidak percaya dengan hadist. Pasalnya, menurut logika mereka, masa pembukuan hadist itu sendiri sangat jauh dengan masa atau tahun meninggalnya Nabi Muhammad SAW.

Sejumlah hadist yang ada saat ini, menurut pengakuan para pengikut Mukmin Mubaligh, sudah tidak murni lagi dan telah banyak ditambah-tambahkan oleh para ulama Islam.

Para Pengikut Mukmin Mubaligh hanya diwajibkan untuk melaksanakan salat sekali dalam sehari semalam sebagai kewajibannya. Salat ala pengikut Mukmin Mubaligh ini diketahui juga tidak memakai hitungan rakaat, sebagaimana muslim biasanya.

Mereka hanya cukup mematikan lampu dan menyalakan lilin, serta merenungi dosa yang telah diperbuat oleh mereka selama ini. (mdk/pr)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

PII Aceh Utara Gelar ‘Try Out’ Bagi Siswa

Antisipasi ISIS, Polda Aceh Berdayakan Poskamling Warga

Related posts
Your comment?
Leave a Reply