3:11 pm - Sabtu November 23, 6880

Arafat Nur Luncurkan Novel ‘Burung Terbang di Kelam Malam’

355 Viewed Redaksi 0 respond
Arafat Nur Luncurkan Novel Burung Terbang di Kelam Malam

Arafat Nur dan Novel Burung Terbangnya (foto: arafatnur/PR)

Lhokseumawe–Masyarakat pecinta karya sastra dan budaya, khususnya novel, kini boleh berbangga dan terhibur kembali. Pasalnya, seorang penulis produktif, sekaligus sastrawan kelahiran Lhokseumawe, Aceh, Arafat Nur, kini telah menelorkan karya sastra terbarunya.

Saat berbincang dengan PikirReview.Com, Lhokseumawe, Minggu (23/02) sore, Arafat Nur dengan gaya satranya mengatakan sudah terbit karya terbaru cerita fiksi, dalam bentuk novel dengan tebal 392 halaman, yang diberi judul “Burung Terbang di Kelam Malam”, dan dipublikasikan oleh penerbit Bentang Pustaka, Yogyakarta, 2014.

“Saya berharap novel ini dapat beredar dengan lancar sehingga mudah ditemukan oleh pembaca di seluruh Indonesia,” kata Arafat Nur, yang juga penulis novel “Lampuki”, yang diterbitkan tahun 2010 lalu.

Single content advertisement top

Dia manambahkan, novel ini beredar sesuai rencana, setelah sebelumnya sempat tertunda dari jadwal karena ada sedikit perubahan cover. Beberapa pembaca setia novel Arafat ini memang menanti dengan tak sabar.

Selain menggunakan gaya bahasa baru dengan selera pasar yang luas yang tidak hanya menyentuh pembaca serius, juga sangat mudah dinikmati oleh kaum remaja.

Menurutnya, “Burung Terbang di Kelam Malam” memiliki kisah yang berliku, tapi begitu mudah dicerna dan dinikmati oleh semua kalangan, termasuk oleh mereka yang tidak bisa dengan teks-teks sastra yang rumit.

“Saya sengaja menyederhanakan hal yang rumit supaya bisa dicerna oleh kalangan yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut dia, kisah dalam novel itu menegangkan, sedih, haru, dan humoris, seperti ciri khas dalam terdahulu “Lampuki”,  yang telah menyabet dua penghargaan bergensi tingkat nasional, yaitu pada sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta, 2010, dan Khatulistiwa Literary Award, 2011.

Dia juga berharap novel ‘Burung Terbang di Kelam Malam”  itu bisa mendapatkan sambutan baik dari khalayak pembaca di Indonesia yang lebih luas.

“Saya pikir kita juga harus memperhatikan selera dan minat pembaca. Untuk itulah saya menuliskan novel ini, dengan harapan orang Indonesia gemar membaca dan menyukai sastra sebagai bacaan yang menghibur sekaligus mencerdaskan,” tutupnya. (pb)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Raja & Sultan Se-Indonesia Gelar Pertemuan di Bandung

Indonesia Raih Emas di Ajang Pameran Bunga Hongkong

Related posts
Your comment?
Leave a Reply