7:42 am - Selasa November 21, 2017

Aceh Tempati Urutan Pertama Gangguan Jiwa

391 Viewed Redaksi 0 respond
single-thumb.jpg
Aceh tempati Urutan Satu Gangguan Jiwa

Ilustrasi Gangguan Jiwa (image: rimanews)

Banda Aceh–Direktur Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh Dr Amren Rahim MKes mengatakan Provinsi Aceh menempati urutan nomor satu prevalensi gangguan jiwa di Indonesia.

“Hasil riset kesehatan dasar yang baru dipublikasikan Kementerian Kesehatan, Aceh menempati posisi teratas prevalensi gangguan jiwa,” kata Dr Amren Rahim MKes di Banda Aceh, seperti dilansir antara, kemarin.

Berdasarkan survei tersebut, kata dia, prevalensi gangguan di Aceh mencapai 2,7 persen. Sedangkan rata-rata nasional hanya 1,7 persen. Persentase prevalensi itu artinya dari 1.000 penduduk Aceh 27 orang di antaranya mengalami gangguan jiwa.

Single content advertisement top

“Namun, tentu tidak semua gangguan jiwa itu kategori berat. Umumnya, gangguan jiwa hasil survei ini sifatnya ringan, seperti semangatnya terganggu atau sifat umum lainnya,” kata dia.

Menurut Dr Amren Rahim, tingginya prevalensi gangguan jiwa tersebut menunjukkan penanganan kesehatan jiwa di Aceh belumlah memenuhi standar optimal.

Selain itu, banyak faktor yang mempengaruhi gangguan jiwa penduduk Aceh. Di antaranya faktor biologi, seperti bawaan lahir. Kemudian ada juga faktor konflik dan bencana tsunami beberapa tahun silam.

“Hal ini juga dipengaruhi tidak adanya rumah rehabilitasi bagi penderita gangguan jiwa yang sudah sembuh. Padahal, rumah rehabilitasi ini semacam tempat transisi bagi bagi mereka sebelum berbaur dengan masyarakat setelah mereka dinyatakan sembuh,” kata dia.

Karena tidak adanya tempat rehabilitasi tersebut, lanjut dia, tidak sedikit penderita gangguan jiwa kambuh karena mereka langsung dikembalikan ke masyarakat. Parahnya lagi, pihak keluarga tidak mau menerimanya, sehingga jiwanya kembali terganggu.

Di rumah rehabilitasi tersebut, kata Dr Amren Rahim, mereka bisa ditempa dengan berbagai keterampilan sebagai modal mereka ketika kembali ke masyarakat.

“Di tempat itu, kepercayaan dan harga diri mereka dibangun, sehingga mereka mampu secara fisik dan mental berbaur dengan masyarakat,” kata Dr Amren Rahim MKes. (ant/pr)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in
Di Indonesia, 70% dari 3,6 Juta Kebutaan Akibat Katarak

Di Indonesia, 70% dari 3,6 Juta Kebutaan Akibat Katarak

Hah…..Makin Tua Kualitas Sperma ‘Makin Buruk’

Related posts
Your comment?
Leave a Reply