6:41 pm - Selasa November 21, 2017

A2C Banda Aceh Bicara ‘Prospek Demokrasi Pemilu Legislatif 2014’

293 Viewed Redaksi 0 respond

Single content advertisement top

Banda AcehAtjeh Analysts Club (A2C)mengadakan diskusi publik dengan tema “Menerawang Prospek Demokrasi Pemilu Legislatif 2014 Dalam Bingkai Perdamaian” ala lesehan di Amiki Café Simpang Mesra, Kamis (16/05).

Salah seorang budayawan Aceh dan nasional, Sarjev mengatakan, “Secara kultur, Aceh yang multi etnis ini memang dikenal dengan bangsa yang keras, namun tidak menjadi sumber percekcokan”, tuturnya.

Ia menambahkan, “Konflik yang dibangun hari ini cenderung mengarah kepada pembohongan publik, kepentingan yang melatarbelakangi masalah malah dialihkan ke persoalan lain, seperti perbedaan suku dan sebagainya. Namun, dalam perspektif budaya justru Aceh akan menyatu”,

Aceh yang dikenal rentan konflik sering dipandang dari satu sisi saja. Seharusnya dilihat sisi-sisi lain untuk dikedepankan. “Sejarah membuktikan bahwa semua konflik di Aceh tentu akan mengarah kepada perdamaian. Tapi hal ini kurang diperhatikan, bahkan yang ditonjolkan adalah peperangannya,” jelas Abidin Nurdin, M.ThI, dosen Unimal Lhokseumawe.

Semestinya demokrasi yang hampir memotong lidah para orator di Aceh harus dianalisa lagi, agar demokrasi tegak dan lebih bernafas di Negeri Serambi Makkah.

“Labeling keliru sering muncul dan mengarah kepada kelompok tertentu sebelum dilakukan analisa mendalam terhadap persoalan tertentu. Hal ini akan berefek kepada kesimpulan keliru pula bagi masyarakat. Kata ‘tampar’ saja bisa dilebih-lebihkan dan menjadi arti keliru sepeti ‘bunuh, tembak’ dan sebagainya,” imbuh Akmalul Riza, salah seorang aktivis mahasiswa.

Secara terpisah Zawil Qiram selaku coordinator A2C Banda Aceh menyebutkan bahwa diskusi ini merupakan kajian rutin mingguan A2C. “Tentunya bahasan kali ini belumlah tuntas, makanya perlu pengulasan-pengulasan di lain hari terkait dengan Demokrasi di Aceh,” ujarnya.

Dialektika yang terfokus pada sudut pandang budaya itu dihadiri oleh 23 peserta dari berbagai unsur/elemen masyarakat yang berbeda-beda. Kamarudin Hasan (Kuya), M.Si., selaku direktur DeRE sekaligus penanggung jawab A2C juga hadir pada diskusi itu, dan beliau berharap agar diskusi seperti ini terus berlanjut untuk mengawal keilmuan.(khairil)

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Mendeteksi Autisme Sejak Dini

Pria Ini Mampu Kupas 500 Kelapa Dengan Giginya

Related posts
Your comment?
Leave a Reply