9:07 pm - Sabtu November 18, 2017

45% Kematian Bayi di Aceh Akibat Gizi Buruk

325 Viewed Redaksi 0 respond

Banda Aceh–Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh mencatat angka kematian bayi di Aceh selama tahun 2013, mencapai 1.034 kasus.

Angka tersebut, naik sekitar lima persen dibandingkan tahun 2012 yang berjumlah 985 kasus. Dari 1.034 kematian bayi tersebut, lebih dari 45 persen meninggal akibat gizi buruk.

Data tersebut, dikemukakan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Ibu Anak dan Gizi pada Dinkes Aceh, Dr Sulasmi, dalam Workshop Strategi Komunikasi untuk Pembangunan dalam Pengurangan Stunting di Aceh.

Single content advertisement top

Kegiatan itu, diselenggarakan Katahati Institute bekerja sama dengan Unicef Perwakilan Aceh di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Sabtu lalu.

Sulasmi menyebutkan, kasus kematian bayi di Aceh sebagian besar terjadi karena kekurangan gizi, baik saat janin masih berada dalam kandungan maupun usia bayi masih di bawah satu tahun. “Lebih dari 45 persen bayi di Aceh meninggal karena kekurangan gizi,” ungkap Sulasmi.

Jumlah angka kematian bayi pada 2013 ini, menunjukkan tren adanya peningkatan kasus dari tahun 2012 yang berjumlah 985 bayi meninggal.

Ia menjelaskan, anak-anak di Aceh yang mengalami kekurangan gizi dan gizi buruk masih relatif tinggi.

Berdasarkan data Riskesdas 2010, sebanyak 23,7 persen anak Aceh mengalami gizi buruk. Angka ini, jauh di atas angka gizi buruk nasional yang berjumlah 18,4 persen.

Dinkes Aceh, sebut Sulasmi, akan berupaya menekan angka anak yang mengalami gizi buruk pada 2015 berada hingga di bawah 15 persen, sesuai target MDGs.

Gizi buruk, selain menyebabkan kematian bayi, juga berpengaruh pada perkembangan tubuh dan otak anak. Menurut Sulasmi, gizi buruk menyebabkan anak lebih pendek 4,6 sentimeter saat dewasa nanti.

“Anak akan mengalami stunting yaitu kondisi anak yang tumbuh lebih pendek dari usia yang sebenarnya, atau biasa disebut balita pendek,” katanya.

Data Riskesdas 2010 menunjukkan 38,9 persen anak Aceh mengalami stunting yang dapat berpengaruh pada kemampuan daya saing, kecerdasan, produktivitas, dan rendahnya kemampuan motorik anak. “Ini terjadi karena perkembangan otak tidak sempurna,” sebut Sulasmi (tribunnews)

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Penelitian: Indra Penciuman Lebih Aktif Saat Ketakutan

Ups… Sejumlah Penyakit Incar Orang Gendut!

Related posts
Your comment?
Leave a Reply