4:53 pm - Selasa November 21, 2017

12 Pesawat Latih Disita Kejagung

324 Viewed Redaksi 0 respond

Jakarta – Kejaksaan Agung menyita 12 unit pesawat latih yang belum dirakit dan dua unit link simulator. “Pada hari Kamis, tanggal 30 Mei 2013,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, melalui keterangan resmi, Jumat, 31 Mei 2013.

Seperti dilansir Tempo.co, Untung menambahkan berdasarkan hasil penyelidikan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan pesawat latih sayap tetap atau fixed wing. Pengadaan dilakukan untuk mendatangkan 18 unit pesawat latih dan dua unit simulator pada Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Tahun Ajaran 2010-2013, senilai Rp.138.801.300.000.

“Ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup tentang terjadinya tindak pidana korupsi,” katanya. Untuk itu, kata Untung, Kejaksaan Agung meningkatkan ke tahap penyidikan. Ada tiga orang yang ditetapkan tersangka.

Pertama, Direktur Utama PT Pasific Putra Metropolitan bernisial BW. Kedua, pegawai negeri sipil (PNS) pada STPI, I.G.K. Rai Darmaja, dan Kepala Bagian Administrasi Umum sebagai pembuat komitmen dari STPI, berinisial AA. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print- 68 s/d 70/F.2/Fd.1/05/2013, tanggal 24 Mei 2013.

Penyidikan pun digelar karena diduga setelah pembayaran selesai 100 persen pada 14 Desember 2012, hanya ada enam unit pesawat. Penyidikan direncanakan untuk mengumpulkan alat bukti dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Single content advertisement top

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan meminta Kejaksaan Agung tidak menyita pesawat-pesawat itu. Namun Bambang mengaku belum mengetahui detil kasus tersebut.

Bambang menambahkan bila memang ada permasalahan, maka Kementerian Perhubungan akan menjalani langkah-langkah sesuai prosedur hukum. Pesawat-pesawat tersebut, ia melanjutkan, didatangkan melalui pengadaan tahun 2012. “Yang saya tahu, itu terkait pembayaran pajak pesawat masuk,” ucap Bambang.

Ia mengungkapkan, Kementerian Perhubungan akan menyurati Kejaksaan Agung agar jika memang dilakukan penyitaan, hal itu tidak menggangu proses perakitan. Menurut Bambang, pesawat-pesawat tersebut belum lama datang dan masih harus dirakit. (TEMPO)

Editor: Khairu

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Mendikbud Umumkan Hasil UN SMP

Ahli Gizi IPB: Ibu Hamil dan Menyusui Bagus Konsumsi Ikan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply